You are currently viewing PGSD Bercerita: “Magisnya Imaji Nusantara dengan Menyelami Kearifan Lokal melalui Pergelaran Sastra”

PGSD Bercerita: “Magisnya Imaji Nusantara dengan Menyelami Kearifan Lokal melalui Pergelaran Sastra”

Senin, 26 Juni 2023 PGSD angkatan 22 telah mengadakan acara pergelaran di Gedung Amphiteater UPI demi memenuhi tugas UAS Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD Kelas Awal. Pergelaran ini menampilkan 10 pertunjukkan, diantaranya Popi Show, Story Telling, Deklamasi Puisi, Wayang Kreasi, Drama Musikal, Rampak Puisi, Pantomim, Sosiodrama, Monolog, dan Berbalas Pantun.

Pergelaran ini mengangkat tema “Imaji Nusantara”, seperti penuturan Faqih Rasyid selaku Ketua Pelaksana dari Pergelaran ini. “Tema Imaji Nusantara sendiri dirasa sangat pas jika dipadukan dengan sastra, karena Nusantara banyak sekali unsur budayanya. Kemudian Imaji sendiri diambil agar senantiasa yang menikmati bisa merasakan langsung keanekaragaman Nusantara,” ungkapnya.

Mahasiswa PGSD 22 atau yang biasa disebut angkatan Nawasena juga sangat antusias dalam mempersiapkan dan menampilkan Pergelaran Sastra Indonesia ini. Selain untuk memenuhi tugas UAS, Pergelaran ini juga menjadi sebuah ajang dalam mencari pengalaman baru dengan melibatkan kerja sama tim. “Kami mempersiapkan pergelaran ini selama sekitar empat minggu sebelum akhirnya berada pada puncaknya yaitu Senin kemarin,” lanjutnya.

Akan tetapi, tak jarang beberapa mahasiswa kewalahan dengan timnya sendiri. Banyak faktor yang terjadi, salah satunya ialah perubahan konsep. “Kami harus menata kembali dari awal seperti mencari konsep cerita, mencari pemeran, edit sound, hingga berlatih di waktu yang sangat dekat dengan hari pergelaran. Selain itu, para pemeran memiliki kesibukan masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan,” jelas Teh Wulan, salah satu anggota tim Pantomim.

Tak hanya itu, para pemeran juga berkeluh kesah terhadap apa yang dihadapinya saat proses persiapan Pergelaran Sastra ini. “Waktu yang saya habiskan untuk latihan ini lumayan banyak, saya biasanya latihan dari pagi hingga sore hari dengan belajar mandiri melalui konten youtube atau berlatih dengan Pak Dwi dan pelatih,” ucap Kang Hibar yang menjadi pemeran pada pertunjukkan Pantomim.

Sama halnya dengan pertunjukkan lain, pemeran juga memiliki kesulitannya masing-masing. “Apa yang saya rasakan selama persiapan tentunya seru karena ini menjadi pengalaman pertama buat saya sendiri. Untuk meningkatkan kemampuan saya dalam deklamasi puisi ini juga dengan berlatih didampingi oleh pelatih agar kemampuan saya meningkat dari segi nada, intonasi, tempo, volume suara, bahkan ekspresi,” jelas Teh Hasna, sang pembaca puisi pada pertunjukkan Deklamasi Puisi.

Walaupun dengan semua tantangan yang terdapat di dalamnya, Pergelaran Sastra Indonesia ini berlangsung dengan lancar dan sangat meriah. Tak sedikit juga pengunjung dari luar Universitas Pendidikan Indonesia datang untuk menikmati Pergelaran ini. “Harapan untuk Nawasena, semoga kedepannya semakin terjalin kebersamaan dan keakrabannya serta semakin kompak dan juga saling support satu sama lain,” ungkap Kang Faqih.

Leave a Reply