UAS merupakan ujian yang dilakukan mahasiswa sebagai penutup semester genap. Banyak mahasiswa sungguh-sungguh dalam mengerjakannya sebab nilai yang akan keluar dari UAS ini juga menjadi penentu nilai akhir. Sama halnya dengan Mahasiswa PGSD 21 atau yang biasa disebut angkatan Mahatma Sanundra ini juga mengadakan tiga pertunjukkan seni demi memenuhi UAS tiga mata kuliah seni, yaitu Pembelajaran Musik di SD, Pembelajaran Seni Rupa di SD, dan Pembelajaran Tari dan Drama di SD.


Mahasiswa PGSD 21 ini dibagi menjadi beberapa tim yang setiap timnya harus menampilkan tiga pertunjukkan seni tersebut. Untuk seni musik sendiri bertemakan lagu anak yang diadakan pada Rabu, 7 Juni 2023 di Gedung LPPM UPI. Tantangannya disini ialah mereka harus membuat soundtrack sendiri. “Kita dituntut untuk mengasah kreativitas kita dan bisa menjadi modal bagi seorang guru. Kita juga dibagi menjadi beberapa kelompok, hal itu menjadikan kita harus bekerja sama dan menjadi modal yang penting karena zaman sekarang ini kemampuan bekerja sama dalam tim itu sangat diperlukan,” tutur Teh Isna selaku salah satu Mahasiswa PGSD 21.


Adapun untuk seni rupa yang digelar pada 13-14 Juni 2023, mahasiswa PGSD 21 memamerkan hasil karya mereka dan dipajang di Selasar Lantai 5 FIP. Ramai pengunjung pada hari itu membuat suasana semakin meriah, bahkan terdapat kunjungan dari anak-anak sekolah dasar.
Seni tari dilakukan diakhir pada Sabtu, 15 Juni 2023 di Auditorium IDB lantai 3. Setiap kelompok menampilkan pesona tarian mereka. Disini mereka juga ditantang untuk menampilkan tarian kontemporer dengan tema kerja sama yang mengharuskan setiap mahasiswa turut andil dalam menciptakan ide kreatif. “Untuk hambatannya sendiri yang paling terasa itu ialah masalah waktu karena tugas yang diberikan itu bersamaan dan kita harus bisa mengatur waktu dengan baik. Hambatan lainnya juga dalam meningkatkan kemampuan mulai dari basic skill seni itu sendiri. Seperti seni musik yang harus membuat lagu dengan soundtrack sendiri dan harus sedikit mengotak-atik hal itu. Seni tari dengan banyak mengeksplor gerakan-gerakannya dan seni rupa yang harus banyak dibuat mulai dari kostum, properti, mozaik, kolase, montase dan semua itu harus dipersiapkan dengan baik,” jelas Teh Isna.


Begitulah keseruan yang terjadi pada Prodi PGSD khususnya Mahasiswa PGSD 21 yang sempat meramaikan suasana di akhir semester. “Motivasi agar kita tetap semangat ialah jangan mendengar perkataan orang lain dan selalu selesaikan tugas ini dengan sebaik mungkin. Jadilah versi terbaik dari dirimu, jangan pernah mau sempurna dengan menjadi orang lain, tetapi terima diri kita apa adanya dengan versi terbaik,” tutup Teh Isna dengan sejumput motivasi untuk kita semua.

