
Rabu, 4 Juni 2025 – Departemen Advokasi, Kemahasiswaan, dan Pengabdian BE Himapro PGSD 2025 telah sukses menyelenggarakan kegiatan Rapat Dengar Umum “Edisi Kurikulum dan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)”. Kegiatan ini bertempat di Laboratorium Bahasa PGSD, Gedung FIP B Lantai 5, dan terlaksana dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 39 peserta, yang terdiri dari perwakilan kelas angkatan 2023 dan 2024, anggota BE dan anggota DPM Himapro PGSD 2025. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait pelaksanaan kurikulum dan program MBKM di prodi PGSD. Selain itu, Rapat Dengar Umum pada kali ini menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan pihak program studi dalam merancang kurikulum yang inklusif dan sistematis demi terwujudnya slogan ‘PGSD BISA’.

Rapat Dengar Umum Edisi Kurikulum dan MBKM dibersamai oleh Bapak Dr. Mubarok Somantri, M.Pd selaku Sekretaris Prodi PGSD, serta Ibu Evi Rahmawati, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Kemahasiswaan. Keduanya turut memberikan pandangan dan masukan selama kegiatan. Hal ini menciptakan suasana hangat dan komunikatif antara mahasiswa dan pihak Prodi PGSD.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ibu Mela Darmayanti, M.Pd selaku Ketua Penanggung Jawab Bidang Kurikulum dan MBKM Prodi PGSD. Beliau menjelaskan terkait arah pengembangan kurikulum PGSD di semester selanjutnya serta penjelasan mengenai kebijakan MBKM di lingkungan kampus terkhusus di lingkungan PGSD. Beliau juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar aktif berpartisipasi dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, serta menekankan pentingnya kesiapan menghadapi semester akhir, seperti penguasaan bahasa Inggris dan keterampilan pendukung lainnya.


Kegiatan ini dipandu oleh Dhimas Saputro, selaku Penanggung Jawab sekaligus Moderator kegiatan yang mengarahkan jalannya diskusi dengan tertib dan interaktif. Setiap perwakilan kelas diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan keluhan yang mereka alami selama proses perkuliahan dan hal yang berkaitan dengan pembahasan kegiatan sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam pengembangan mutu pendidikan di PGSD.
Para peserta kegiatan menyampaikan aspirasi dengan sangat beragam. Setiap perwakilan kelas menyuarakan terkait dinamika pembelajaran di kelas, sistem perkuliahan, hingga pelaksanaan kurikulum semester genap 2024/2025. Aspirasi ini tidak hanya bersifat keluhan, tetapi juga berupa usulan dan pertanyaan yang bertujuan membangun proses pendidikan di PGSD menjadi lebih baik. Mahasiswa memastikan dan menanyakan secara langsung terkait rencana pengembangan kurikulum kepada Ibu Mela Darmayanti, M.Pd. Dengan sikap terbuka dan antusias, Ibu Mela menerima seluruh masukan yang disampaikan dan memberikan tanggapan yang jelas dan sesuai bagi para peserta. Hal ini menunjukkan adanya sinergitas yang baik antara satu sama lain sehingga menciptakan ruang komunikasi yang sehat dan produktif.
Sebagaimana Rapat Dengar Umum sebelumnya, kegiatan ini juga memanfaatkan platform aplikasi NGL (Not Gonna Lie) sebagai media penjaringan aspirasi secara anonim yang disebarluaskan melalui akun Instagram @advopgsd dengan program #SobatMinDar. Hal ini bertujuan untuk menampung suara dari mahasiswa yang tidak dapat hadir secara langsung, sekaligus memperluas cakupan aspirasi yang dikumpulkan.

Melalui kegiatan ini, Ibu Mela Darmayanti, M.Pd menyampaikan harapannya agar Rapat Dengar Umum tidak hanya menjadi ruang formal penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi antara pihak program studi dengan mahasiswa guna menciptakan lingkungan akademik yang kolaboratif, solutif, dan partisipatif. Ibu Mela juga menekankan pentingnya kedisiplinan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan serta melaksanakan kewajiban akademik dengan sebaik-baiknya. Beliau menyampaikan harapan agar seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan studi secara tepat waktu dan bersama-sama, sebagaimana mereka memulainya bersama di awal masa perkuliahan. Untuk itu, diperlukan dukungan dan kepedulian satu sama lain antar mahasiswa, agar tercipta lingkungan belajar yang saling memotivasi, toleransi, dan memperkuat semangat berjuang menuju keberhasilan bersama serta mampu mendorong terwujudnya kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan tantangan mahasiswa PGSD di masa mendatang.
