Kembali lagi dengan mahasiswa berprestasi dari program studi PGSD, kali ini untuk bulan April, ada beberapa Mahasiswa Program Studi PGSD yang berhasil menyandang penghargaan-penghargaan yang keren. Mari kita simak apa kata mereka!
Faqih, Penulis Terbaik pada Event Sidang Karya Tulis Ilmiah

Kali ini, penghargaan datang dari event kepenulisan. Kang Faqih atau yang bernama lengkap Faqih Rasyid Hermawan merupakan mahasiswa PGSD angkatan 2022 yang telah meraih prestasi sebagai Penulis Karya Tulis Ilmiah Terbaik Se-Kabupaten pada Event Sidang Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan pada bulan Juni 2022 di Cianjur. Untuk meningkatkan kemampuan menulisnya, kang Faqih sering memperbanyak buku referensi serta memperbanyak kosa kata ilmiah. Hambatan juga dirasakan oleh kang Faqih seperti saat ia ingin melakukan penelitian, ia sering berhadapan dengan premanisme. “Merasa bangga, haru karena tidak terbayangkan sebelumnya,” ungkap kang Faqih. “Buku memang benda mati, tetapi dengan buku kamu bisa lebih merasa hidup serta membuat pikiran yang akan semakin berkembang. Perbanyak baca buku dan jangan takut untuk mulai membuat karya,” pesannya.
Ghina, Juara III Cover Lagu Religi Pentas Seni Ramadhan

Teh Ghina atau yang bernama lengkap Ghina Fazriani Hasbullah merupakan Mahasiswa Program Studi PGSD Bumi Siliwangi angkatan 2020 yang telah berhasil menyandang juara ketiga pada lomba cover lagu religi pentas seni ramadhan yang diselenggarakan pada 6 April 2023 di Universitas Pendidikan Indonesia. Untuk meningkatkan kemampuan bernyanyinya, teh Ghina selalu mengasah kemampuannya dengan berlatih secara otodidak seperti sering mendengarkan lalu mencoba improvisasi atau teknik dari penyanyi-penyanyi terkenal. Untuk melatih stage perfomance-nya, teh Ghina juga sering mengikuti event perlombaan atau menyanyi di depan umum. “Karena kalau hanya latihan di rumah saja tanpa ada orang yang melihat, sepertinya akan kurang maksimal. Mental juga diuji saat latihan di depan orang banyak. Jadi harus sering ikut perlombaan, baik acara prodi atau dari luar prodi,” ungkapnya. Hambatan juga pernah dirasakan oleh teh Ghina, biasanya timbul dari diri sendiri seperti sering moody-an dalam bernyanyi dan sering turun motivasi diri jika hasilnya tidak memenuhi ekspetasi.
“Alhamdulillah senang, tetapi karena hasilnya tidak sesuai ekspetasi yang dimana meraih juara III, saya sedikit kecewa. Karena dahulu saya pernah meraih juara I dalam lingkup UPI. Jadi, saya merasa prestasi saya turun. Rasanya senang tapi tidak terlalu senang, karena masih banyak juga yang masih harus diperbaiki karena sudah lama juga tidak mengikuti lomba menyanyi,” jelas teh Ghina. “Pesan untuk pembaca, nikmati saja dulu prosesnya, karena untuk mencapai sesuatu itu tidak akan jauh dari proses. Cara bagaimana kita untuk berproses, itulah yang akan membuat kita menjadi sesuatu. Walaupun proses bisa turun dan naik, nikmati saja dan jangan menyerah,” lanjut teh Ghina.
E-Sport Club PGSD Meraih Juara II Lomba E-Sport pada Event FIP Fair 2023

Salah satu club dari program studi PGSD yakni E-Sport Club telah berhasil meraih juara II dalam perlombaan E-Sport pada event FIP Fair 2023 yang diselenggarakan pada tanggal 22 September 2022. Perlombaan ini diikuti oleh Mahasiswa PGSD angkatan 2021-2022 yang mana game yang ditandingkan ialah mobile legends. Dalam prodi PGSD ini, player mobile legends sangat banyak. Jadi, untuk menentukan siapa saja anggota tim yang akan bermain pada lomba E-sport FIP Fair, para player ini akan mengikuti seleksi terlebih dahulu. “Dengan latihan, kerja keras, dan berdoa. Selebihnya kita ikut seleksi karena se-PGSD itu player mobile legends-nya banyak dan disitu kita harus menunjukkan skill atau kehebatan kita dalam bermain mobile legends. Jadi bisa dibilang seleksinya ketat karena bersaing dengan player lain dari prodi PGSD,” jelas kang Fadil, salah satu anggota E-Sport Club angkatan 22 yang menjadi player mobile legends pada event FIP Fair.
Hambatan juga sering dirasakan oleh para pemain, salah satunya ialah masalah waktu yang terbatas dan menghambat mereka untuk berlatih karena bermain game juga menyita banyak waktu. “Hambatan yang terjadi disaat final, kita kalah melawan tim B dikarenakan kelehahan. Tetapi, hal itu dapat dikatakan hal yang wajar karena saat bermain di event atau perlombaan itu dimulai dari pukul 9 pagi sampai 9 malam,” ungkap kang Fadil. Tetapi usaha tidak akan menghianati hasil, setelah latihan dan permainan yang cukup panjang, tim E-Sport PGSD ini berhasil menyandang juara II. “Alhamdulillah senang sekali, secara tidak langsung bisa membanggakan prodi dalam lomba tingkat fakultas yang dimana ini merupakan prestasi pertama saya ketika menjadi Mahasiswa PGSD FIP UPI,” jawab kang Fadil ketika membicarakan apa yang dirasakannya setelah mendapat penghargaan.
“Untuk para pembaca, terus saja kembangkan bakat dan potensi yang anda miliki karena memang bakat dan potensi itu sangat banyak dan itu bisa kita kembangkan. Untuk berprestasi juga tidak hanya harus di akademik saja tetapi bisa dalam hal lain seperti olahraga yang memang bisa menjadi sebuah prestasi. Tetap semangat dan pantang menyerah dan yang terpenting, cobalah banyak hal. Jika kalah jadikan pelajaran, jika menang alhamdulillah,” pesannya.
