Bulan Juni kembali hadir dengan Mahasiswa Berprestasi yang keren. Yuk langsung saja simak ceritanya bersama-sama!
Shera, Mahasiswa Terbaik Program Studi Independen Batch 4 di educourse.id

Teh Shera atau yang bernama lengkap Shera Sri Munajah merupakan Mahasiswa Prodi PGSD Bumsil angkatan 2020 yang telah berhasil menyandang gelar sebagai Mahasiswa Terbaik Program Studi Independen Batch 4 di educourse.id yang diselenggarakan pada 23 Juni 2023 di Depok Juanda Square. Untuk meningkatkan kemampuannya, Teh Shera selalu melaksanakan tugas dengan maksimal dan pantang menjadi deadliner karena persaingan yang sangat ketat mengingat para pesaing juga giat dan rajin serta berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.
“Kesan saya pertama kali yaitu kaget sekali dan senang, soalnya tidak menyangka akan dapat kategori mahasiswa terbaik dari 100 peserta dan senangnya bisa maju ke atas podium sebanyak 3 kali, yaitu untuk mendapatkan sertifikat dan nilai SI Batch 4, Golden Ticket untuk koneksi kerja di educourse.id dan yang terakhir mendapatkan kategori Mahasiswa Terbaik yang diserahkan langsung oleh CEO educourse.id. Manfaat saya ikut di educourse Batch 4 ini, saya dapat mengikuti lomba Media Pembelajaran Digital FIP JIP 2023, diberi tugas dosen, Bu Mela, untuk mengisi materi STEM di Kampus, mengabdi di SDN Bojong 5 dekat rumah ketika ada waktu luang dan bisa menginspirasi untuk membuat bahan skripsian nanti,” ungkap Teh Shera. “Pesan saya, setiap ada hal atau tugas yang diberikan dari luar dikerjakan dengan baik, semaksimal mungkin, sesuai dengan aturan yang ada dan dikerjakan lebih cepat lebih baik,” lanjutnya.
Egina, Juara I Sixes Putri Cabang Olahraga Cricket pada Porprov Jawa Barat

Kali ini prestasi datang dari cabang olahraga. Egina Mufrikha Ira atau yang kerap disapa Teh Egina merupakan Mahasiswa Prodi PGSD angkatan 2019 yang telah berhasil meraih juara 1 Sixes Putri Cabang Olahraga Cricket pada Pekan Olahraga XIV Provinsi Jawa Barat 2022. Bagi seorang atlet, latihan bukan hanya sekadar usaha untuk meningkatkan kemampuan melainkan sebagai kebutuhan yang sangat penting. Lalu Target dan niat juga menjadi poin penentu agar usaha yang dilakukan dapat terlaksana sesuai dengan yang diinginkan dan yang paling penting ialah ibadah dan doa, “Apa yang saya dapatkan dari Porprov ini ialah tidak terlepas dari doa-doa saya, kedua orang tua saya, bahkan doa saya dari beberapa tahun yang lalu dan saya pun baru menyadari hal itu pada saat pembagian medali,” ucap Teh Egina. Kejenuhan pada saat latihan merupakan hambatan yang sering dirasakan oleh Teh Egina. Biasanya disebabkan oleh program latihan yang tidak bervariasi dan didukung oleh motivasi yang sedang menurun, tetapi itu merupakan hal yang wajar.
“Saya sangat bersyukur dan bangga karena Porprov ini adalah target saya dari SMP. Waktu saya SMP kelas 1 pada tahun 2013, ada yang namanya Porda yang mana sekarang namanya berganti menjadi Porprov. Saya latihan bersama dengan atlet yang akan bertanding di Porprov 2014. Dari situ saya punya target untuk mengikuti Porprov di tahun selanjutnya dan terwujud pada tahun 2018 menjadi bagian dari tim Pencak Silat karena memang basic saya ada di Pencak Silat sejak SMP. Tetapi karena satu dan lain hal, saya dicoret dari tim. Saya merasa kecewa karena hal itu bagian target saya, tetapi entah kenapa target itu dengan mudahnya terlepas dan saya tidak mau latihan lagi. Namun, dengan dukungan dari orang tua, alhamdulillah saya bangkit lagi untuk latihan lebih giat dalam mempersiapkan Porprov tahun 2022 dan saya tidak pernah berhenti mengucapkan sebuah doa demi meraih Porprov ini,” ungkapnya.
Teh Egina ini merupakan sosok orang yang gigih dalam mengejar impiannya. Walau sempat dipatahkan oleh pencak silat saat masih sekolah dulu, kini ia dapat bangkit dan menunjukkan hasil dari usaha dan doa yang terus ia lakukan selama ini. Dengan berpindah cabang olahraga, dari pencak silat menjadi cricket bukanlah sebuah hal yang mudah, terdapat banyak tantangan di dalamnya. Tetapi, itulah hal yang terbaik. Sebuah jawaban atas doanya dengan mendapatkan 3 medali pada 2022 kemarin. “Pesan saya, jangan pernah meninggalkan ibadah dan doa, baik dari diri sendiri maupun orang tua. Jika kita mulai menyerah, ingatlah dengan target yang ingin dicapai. Motivasi diri sendiri itu penting karena yang mengerti kondisi kita itu diri kita sendiri” tutupnya.
Empat Mahasiswa PGSD Lolos Pendanaan PKM!


Dea Febrina Irawan (2021) beserta ketiga temannya, Adilla Dzakiroh (2021), Diva Ayu Putri (2020), dan Dwi Antika Andi (2020) lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2023 di tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). “Untuk mencapai tahap pendanaan PKM ini, saya dan tim harus memiliki kepedulian/peka terhadap lingkungan sekitar, yaitu masyarakat. Karena kami mengambil jurusan kependidikan, hal ini mendorong kami untuk memfokuskan pengamatan pada tenaga pendidik. Selain itu, kami harus mempunyai kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. PKM merupakan program yang mewadahi dan memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa berupa dana untuk merealisasikan inovasi yang mereka rancang. Oleh karena itu, untuk memperoleh pendanaan tersebut, kami harus menciptakan ide/inovasi yang belum pernah ada sebelumnya,” jelas Teh Dea selaku ketua dari tim PKM ini.


Hambatan yang sering terjadi juga terdapat pada faktor internal, yaitu rasa malas, rasa takut, kurang percaya diri dalam mengambil langkah untuk mencapai suatu tujuan dan faktor eksternal yaitu saat penyusunan proposal PKM, karena bekerja dalam tim, maka penting untuk mempererat hubungan di antara anggota tim. Jarak tempat tinggal antar anggota tim juga mempengaruhi kelancaran pelaksanaan PKM.
“Tentunya, saya merasa sangat bahagia dan bersyukur. Saya tidak menyangka bisa meraih prestasi tersebut. Penghargaan ini memberikan semangat baru bagi saya untuk mewujudkan inovasi yang telah kami susun agar dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya tenaga pendidik,” ungkap Teh Dea. “Untuk teman-teman semua, saya bukan siapa siapa, tetapi saya ingin memberi pesan sebagai teman senasib yang sering merasa kurang percaya diri. Terus lah mencoba menjadi yang terbaik untuk dirimu sendiri dan orang yang disayangi. Selalu libatkan Tuhan dalam setiap usaha dan doamu,” tutupnya.
