
Pada Sabtu, 8 November 2025, Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Himapro PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) telah sukses melaksanakan kegiatan LKM 1 secara luring di Bookstore Lt. 3 FIP A UPI, dimulai pukul 07.07 WIB. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an bersama yang dipimpin oleh perwakilan peserta LKM. Acara dibuka oleh MC yaitu Nisa Insaniatul dan Dini Nisma Mardiyyah, dengan mengucapkan basmallah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UPI, Mars PGSD, Mars Mahasiswa, dan lagu angkatan 2025.



Pada pukul 07.30 WIB, sambutan pertama kali disampaikan oleh Amelia Vega selaku Ketua Pelaksana, diikuti sambutan oleh Ketua Umum BE Himapro PGSD yaitu Ahmad Rifqi Firdaus.


Rangkaian acara kemudian dilanjutkan oleh MC Nisa Insaniatul dan Dini Nisma Mardiyyah membacakan CV moderator pertama yaitu Dinda Nathasya Putri Irawan dan moderator membacakan CV pemateri pertama yaitu Andika Fibio K., S.Pd., CPS. Pemateri memaparkan materi dengan tema “Konsep Kepemimpinan serta Pentingnya menjadi Pemimpin yang Berjiwa Proaktif, Empati, dan Resiliensi”, diikuti dengan sesi tanya jawab pada pukul 08.28 WIB, dan Pemateri memberikan closing statement pada pukul 08.44 WIB.


Sesi selanjutnya pemberian sertifikat oleh Ketua Umum BE Himapro PGSD yaitu Ahmad Rifqi Firdaus kepada pemateri, kemudian moderator menutup acara.

Pukul 09.00 WIB, dilaksanakan coffee break yang dipandu oleh komisi disiplin.


Selanjutnya pada pukul 09.10 WIB, MC membacakan CV moderator kedua yaitu Alya Nuraini Kusumaningrum, dan moderator membacakan CV pemateri kedua yaitu Aceng Muhammad S., S.Pd., Pemateri memaparkan materi dengan tema “Metodologi Diskusi dan Studi Kasus Problem Solving”, diikuti dengan sesi tanya jawab pada pukul 09.59 WIB, kemudian pada pukul 10.09 WIB peserta LKM menyimulasikan diskusi dan studi kasus problem solving masing-masing kelompok. Diikuti dengan pemberian refleksi oleh pemateri.




Sesi selanjutnya pemberian sertifikat oleh Ketua Pelaksana yaitu Amelia Vega kepada pemateri, kemudian moderator menutup acara.

Pada pukul 11.28 WIB peserta melaksanakan salat zuhur bersama, dan pada pukul 12.34 WIB dilaksanakannya makan siang yang dipandu oleh komisi disiplin.


Selanjutnya pada pukul 12.46 WIB Penguatan dari Ketua Prodi PGSD oleh Bapak Dr. Arie Rakhmat Riyadi, M.Pd. Kemudian MC membacakan CV moderator ketiga yaitu Nafisa Hafshari Salma, dan moderator membacakan CV pemateri ketiga yaitu M. Raja Zahran Fadillah. Pemateri memaparkan materi dengan tema “Teknik Persidangan secara Offline”, diikuti dengan sesi tanya jawab pada pukul 13.45 WIB.


Selanjutnya pada pukul 13.54 WIB divisi acara mengondisikan peserta untuk mengikuti simulasi siding, pembagian fraksi, dan pemilihan presidium. Pada pukul 14.04 WIB pengarahan sidang oleh DPM Himapro PGSD, DPM mengoordinasikan teknis persidangan kepada peserta, diikuti dengan praktik sidang sebagai implementasi pematerian dengan peninjau dari DPM dan fraksi serta presidium dari peserta LKM. Selanjutnya pemateri memberikan tanggapan dan saran dari simulasi sidang.



Sesi selanjutnya pemberian sertifikat oleh Kintara Hasya selaku Steering Comittee kepada pemateri, kemudian moderator menutup acara.

Pada pukul 15.47 WIB peserta melaksanakan salat asar bersama, setelah itu ada sesi refleksi yang disampaikan oleh Steering Comittee Muhammad Ridho Firdaus dan Ketua Umum BE Himapro PGSD yaitu Ahmad Rifqi Firdaus kepada anggota muda. Pada penghujung acara penutupan LKM 1 PGSD 2025, Nisa Insaniatul dan Dini Nisma Mardiyyah selaku MC menutup acara LKM 1 PGSD 2025 dengan mengucapkan hamdallah pada pukul 16.48 WIB. Acara LKM 1 pun resmi ditutup.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar berharap kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran anggota muda Program Studi PGSD FIP UPI akan pentingnya peran mereka sebagai calon pemimpin yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan. Melalui pelatihan ini, anggota muda diharapkan tidak hanya memahami konsep kepemimpinan secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata sebagai bentuk penguatan karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan menjadi agent of change yang berintegritas.
