CERITA BERANTAI PADA PERTEMUAN LURING PERTAMA BENGSAS

Pada pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat, 18 November 2022, Club Bengkel Sastra mengadakan pertemuan pertama bersama dengan anggota baru secara luring untuk pertama kalinya yang dilaksanakan di labolatorium IPA yang berada di lantai 5 gedung FIP B. Untuk dapat lebih mengakrabkan sesama anggota Club Bengkel Sastra, hadirlah ide untuk membuat cerita berantai dimana anggota Club Bengkel Sastra dibagi menjadi tiga kelompok sehingga menghasilkan tiga cerita berantai yang lahir dari kreativitas dan spontanitas anggota club. Berikut merupakan tiga cerita hasil karya anggota club Bengkel Sastra:

Kelompok satu:

Kubuka mata terlihat matahari bersinar, suara gemericik air merdu. Rumah yang kuanggap sebagai surga, rumahku yang sangat nyaman. Suasananya sangat dingin, rumahku sangat bersih dan asri. Rumahku bagaikan surga dunia, setiap hari aku membersihkan rumah dengan rutin sampai rapi. Walaupun lelah, aku menyukai kebersihan. Rumahku memiliki halaman yang dipenuhi oleh tanaman dan bunga-bunga yang cantik dimana setiap hari Minggu aku sirami tanamannya. Dengan banyak bunga yang cantik, favoritku adalah bunga mawar. Mawar di rumahku berwarna merah merona, namun durinya sangat tajam sehingga aku takut tertusuk jika memetiknya. Aku selalu menjaga bunga-bungaku agar tidak sembarangan dipetik oleh orang lain. Itulah ceritaku, tempatku dan tanaman yang kujaga. Tempatku termenung dan berlindung. Rumahku selalu menjadi tempatku berpulang.

Kelompok dua:

Senyap dan hening kurasakan di pojok kelas sekolah. Ketika orang lain berisik, aku berusaha untuk menghentikan keributan tersebut, banyak orang mengitariku dengan sorot mata tajam yang menusuk mata. Ternyata, aku menyadari bahwa aku sedang di bully. Mereka yang tak punya hati, tak ada yang sadar bahwa aku terluka. Aku sakit hati dan sangat tertekan karena hal tersebut. Tidak ada satupun yang peduli atas penderitaanku, aku menjerit “Ya Allah, tolonglah hamba. Aku berdo’a agar mereka berubah menjadi superman, agar tidak merasakan pedihnya di bully” namun, karena aku sudah tidak kuat, aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku.

Kelompok tiga:

Seperti biasa, di pasar sangat riuh suara orang, dikejauhan, seseorang melihat tomat. Tomat itu sedang berbincang dengan timun di sebuah tempat. Timun merasa sangat kesepian, maka dari itu timun bercerita dengan tomat, lalu mereka menghabiskan waktu bersama hingga akhirnya tiba pembeli di depan mereka. Pembeli itu memilih tomat yang ada, lalu mengambil tomat yang merupakan temannya timun, timun semakin kesepian, dia menyendiri dan berusaha mencari teman yang lain. Akhirnya, timun memutuskan untuk mencari cabai sebagai teman berceritanya. Namun, cabai merasa tidak cocok dengan timun. Timun terlihat sangat kalem dan tidak cocok dengan kepribadian cabai. Maka dari itu, timun pergi ke tempat sampah dan mengakhiri dirinya disana, sedangkan cabai merasa bersalah.

Bagaimana teman-teman hasil karya dari anggota Club Bengkel Sastra? Sangat menarik untuk dibaca, kan? Jangan berhenti menulis dan berkreasi, karena tidak ada Batasan untuk itu. Akhir kata, mari jadi hebat bersama bengsas.

Leave a Reply