Subang, 17 Agustus 2024. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) dengan semangat tinggi menggelar acara 17-an dan Pentas Seni Sosial Budaya. Acara ini digelar dengan penuh antusias oleh mahasiswa PGSD bersama masyarakat desa setempat, dengan tujuan mempererat hubungan sosial budaya antar generasi dan menanamkan semangat nasionalisme kepada seluruh peserta.

Kegiatan dimulai pukul 04.00 dengan mobilisasi dari homestay menuju masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Usai sholat, suasana pagi diisi dengan momen kebersamaan saat mengaji bersama, menenangkan hati sebelum menghadapi rangkaian acara yang panjang. Setelah itu, volunteer dan panitia kembali ke homestay masing-masing untuk melaksanakan keperluan pribadi.

Sebelum memulai kegiatan inti, seluruh panitia berkumpul untuk melakukan briefing di homestay. Sarapan bersama menjadi momen penutup persiapan pagi hari, menciptakan semangat kebersamaan dan kesiapan yang kokoh untuk menjalani hari yang penuh tantangan.



Pukul 08.00 WIB, suasana lapangan desa mulai dipenuhi oleh warga dan para volunteer. Senam pagi bersama menjadi pembuka yang menyegarkan, diikuti oleh seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu tiap RT dan Karang Taruna Dusun Cibitung. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.10 hingga 09.25 WIB ini diikuti dengan penuh semangat oleh masyarakat dan diakhiri dengan persiapan untuk perlombaan yang dilaksanakan di lapangan desa. Suara tawa dan canda riang mengiringi setiap gerakan, menciptakan suasana keakraban yang hangat.






Setelah senam selesai, persiapan lomba segera diambil alih oleh volunteer dan panitia P2M yang sudah bersiap sejak pagi. Mereka dengan cekatan mengatur jalannya kegiatan agar seluruh perlombaan dapat berjalan lancar dan tertib. Perlombaan yang diadakan melibatkan berbagai jenis permainan tradisional seperti balap karung memakai helm, memasukkan benang ke jarum untuk ibu-ibu, lomba makan kerupuk, balap kardus (trenggiling), estafet air untuk kelompok ibu-ibu, serta permainan lain seperti pecah air, tarik sarung, panjat pinang, estafet cup, dan balap kelereng. Perlombaan ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.30 WIB dan dilanjutkan kembali setelah istirahat dan makan siang hingga pukul 14.45 WIB. Setiap kompetisi tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kekuatan fisik, tetapi juga sarana untuk mempererat solidaritas dan kerja sama.
Pada sore hari, volunteer dan panitia melakukan pembersihan area kegiatan, dengan sigap membersihkan sisa-sisa perlombaan yang tersebar di lapangan, memastikan setiap sudut tertata rapi kembali. Setelah area kegiatan bersih, mereka kemudian mulai menyiapkan segala kebutuhan untuk pentas seni, dari mengecek sound system hingga memastikan panggung siap digunakan untuk malam puncak acara.


Puncak acara ditutup dengan pagelaran Pentas Seni Sosial Budaya yang penuh warna. Acara puncak ini berlangsung dari pukul 20.25 hingga 22.35 WIB, dibuka dengan resmi oleh MC yaitu Kayla Kamal dan Niken Nur Sahidah, yang diawali dengan pembagian hadiah lomba 17-an.



Menampilkan berbagai kesenian tradisional dari perwakilan siswa SDN Cibitung 1 seperti tari Zapin, tari Asoka, dance mix, borangan (ngabodor sorangan), nembangkeun pupuh, ngadongeng, dan penampilan “nawarin”.



Selain itu, perwakilan dari kelompok volunteer P2M dari kelompok 1 hingga 10 juga menampilkan berbagai kesenian tradisional dan modern, mulai dari tari-tarian, musik tradisional menggunakan alat musik kontemporer yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Dalam setiap penampilan, mereka juga mengajak anak-anak maupun masyarakat untuk turut serta tampil, dengan tujuan mengenalkan dan melestarikan budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Setiap penampilan mampu memukau para penonton dan menyampaikan pesan-pesan moral yang mendalam.


Suasana desa malam itu seolah berubah menjadi panggung budaya yang memancarkan keindahan dan kekayaan tradisi lokal. Acara pentas seni ini ditonton dengan antusias oleh warga sekitar dan turut dihadiri oleh beberapa kelompok KKN dari berbagai universitas yang sedang bertugas di Desa Cibitung, termasuk KKN UIN 409, KKN UIN 410, KKN Unsub, dan KKN Universitas Mandiri. Malam itu, suasana di desa dipenuhi dengan kebahagiaan dan keakraban yang tercipta dari kolaborasi antara volunteer, panitia, dan masyarakat. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa PGSD dalam acara ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dapat menciptakan kegiatan yang bermakna dan berdampak positif.
Dengan berakhirnya rangkaian acara, diharapkan kegiatan ini mampu memberikan inspirasi dan semangat baru, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa PGSD. Semoga peringatan HUT RI kali ini menjadi momen yang tak terlupakan dan dapat menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.
